Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Mencegah Stunting Supaya Anak Tidak Kerdil

Pencegahan Stunting - Mari bersama-sama dengan Kementerian kesehatan kita wujudkan Indonesia sehat dengan menurunkan prevalensi penderita stunting di Indonesia!


Ikutlah berpartisipasi dalam sosialisasi, dengan memberikan informasi melalui social media atau mulut ke mulut kepada masyarakat di lingkungan sekitarmu tentang pentingnya pencegahan stunting.

Fakta Tentang Penderita Stunting di Indonesia


Jutaan anak balita di Indonesia memerlukan bantuanmu. Sosialisasi dari mulut ke mulut adalah cara yang terbaik untuk menurunkan angka prevalensi Balita penderita stunting di Indonesia.

Bayangkan!
Tingkat Prevalensi balita stunting di Indonesia adalah 29.6% menurut Riset Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017. Dan tingkat prevalensi tersebut jauh diatas batasan yang ditetapkan oleh WHO yaitu yang hanya 20%.




Sekitar 1.5 Juta balita meninggal dunia atau sekitar 15% dari kematian balita di dunia adalah karena Stunting. Dan bahkan, balita Stunting yang bertahan hidup akan menemukan dirinya jauh dibawah kwalitas dirinya yang sesungguhnya setelah dewasa. Hal ini disebabkan, Kondisi gizi buruk yang menjadi penyebab utama stunting akan mengakibatkan ganguan pertumbuhan tubuh dan otak pada penderitannya.

Stunting adalah penyebab utama orang Indonesia menjadi pendek-pendek atau kerdil. Tidak heran, bila banyak orang luar yang bertanya-tanya di Quora (forum sosial media International) tentang kenapa orang Indonesia pendek-pendek? 


Teman-teman, sebenarnya kebanyakan orang di Indonesia menjadi pendek bukan karena Gen, tetapi karena Stunting atau kekurangan gizi kronis  saat di dalam kandungan dan setelah 1000 hari kelahiran.

Tahukah Kamu bahwa jutaan balita di Indonesia menderita karena Stunting? 

Berdasarkan Hasil Riskesdas 2013 atau Riset kesehatan dasar, menunjukkan angka-angka yang sangat memilukan hati tentang stunting di Indonesia.
  • 1 Dari 5 Ibu hamil di Indonesia mengalami kekurangan gizi
  • 7 dari 10 Ibu hamil di Indonesia mengalami kekurangan Mineral dan protein
  • 7 dari 10 balita di Indonesia kurang kalori
  • 5 dari 10 Balita di Indonesia Kurang protein

Sebagai anak muda yang peduli, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu pemerintah khususnya kementerian kesehatan atau departemen kesehatan untuk menyelamatkan jutaan balita yang masa depannya terancam?

Ini benar-benar bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sudah menjadi tanggung jawab kita bersama. Bila puluhan tahun yang lalu, pemuda-pemudi Indonesia memerangi penjajah demi masa depan bangsa yang cerah, maka kini saatnya kita memerangi stunting demi kualitas SDM masa depan Bangsa kita.

Apa yang bisa kamu sosialisasikan?

Beritahu keluarga,teman dan tetanggamu mengenai apa itu Stunting!






Stunting adalah gangguan pertumbuhan tubuh dan Otak Balita karena kekurangan gizi pada saat masih dalam kandungan dan 1000 hari setelah kelahiran. Tanda-tanda keterlambatan pertumbuhan baru akan terlihat setelah bayi berumur 2 tahun.

Stunting akan mengakibatkan anak bertumbuh lebih lambat, biasanya akan lebih pendek dari anak seusia-nya yang mengkonsumsi gizi yang baik dan seimbang. 

Pengaruh stunting tidak berhenti pada masa balita tetapi akan berdampak kepada masa depan anak karena ganguan pertumbuhan tubuh dan gangguan otak akan melemahkan daya pikir anak tersebut. Sehingga kwalitas diri dipastikan akan menurun sampai tua.

Sosialisasikan apa yang harus dilakukan untuk menghindari stunting!

  • Banyak makan-makanan bergizi terutama buah dan sayur-sayuran terutama saat mengandung dan menyusui
  • Selama 2 Tahun kehidupan atau sekitar 730 hari sejak kelahiran, balita harus diberikan asi ekslusif,makanan pendamping asi.
  • Wajib mengikuti program imunisasi sesuai jadwal
  • Konsultasi ke bidan untuk menghindari kemungkinan terjadinya jenis infeksi apapun pada si ibu
  • Sosialisasikan tentang bahaya hamil di luar nikah dan menikah terlalu dini.
  • Menghindari stress dan konsultasi ke dokter apabila si ibu mengalami stress atau gangguan mental lainnya
  • Kehamilan jarak pendek sangat rentan terhadap kasus stunting
  • Sanitasi tempat tinggal dan kebersihan tempat tinggal harus selalu diperlihara.
  • Sosialisasikan tentang betapa bahaya-nya rokok dan alkohol untuk ibu yang mengandung



Tidak terlalu banyak yang harus teman-teman sosialisasikan. Hanya 9 poin penting di atas saja, sudah akan sangat membantu.

Yakinkan ibu-ibu yang sedang mengandung bahwa masa depan anaknya sangat tergantung kepada apa yang beliau konsumsi saat hamil dan setelah 1000 hari kelahiran!

Pencegahan stunting di Indonesia adalah tugas kita semua.
lakukan demi kemanusiaan!
Kebaikan yang kita lakukan akan mendatangkan senyuman di wajah adik-adik kita. Dan kebaikan tidak akan pernah berbuah buruk kepada siapapun, sekecil-kecilnya kebaikan yang kita lakukan mungkin adalah hadiah terbesar dalam kehidupan seseorang. Dan yakinlah kita juga akan memetik hasil dari setiap kebaikan yang kita lakukan.

Siapapun kita. Adalah tanggung jawab kita bersama untuk mengingatkan, mengabarkan dan mensosialisasikan bahwa stunting sangat berbahaya dan stunting harus dicegah.


"Generasi Indonesia Jangan Stunting!" - Menteri Kesehatan Nila Moeloek




Saat ini Indonesia sedang memerangi stunting. Indonesia harus bisa mengimbangi negara lain dalam banyak hal. Dan untuk mewujudkan impian itu, prevalensi penderita stunting di Indonesia harus benar-benar ditekan.

Tahukah kamu, kalau kementerian kesehatan yang dipimpin oleh Ibu Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, M.Kes saat ini sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan tentang pencegahan stunting di Indonesia. 

Berbagai cara sudah dilakukan oleh kementerian kesehatan, mulai dari sosialisasi langsung kepelosok desa baik melalui petugas kesehatan di desa-desa dan sosialisasi langsung ke daerah. Mengadakan acara-acara dengan tujuan utama untuk sosialisasi pencegahan stunting seperti kegiatan kunjungan kesehatan masyarakat ke berbagai pelosok negeri, kegiatan long March yang dihadiri ribuan peserta seperti tanggal 16 Agustus 2018 yang lalu. 

"Apa itu stunting?" Kata Ibu Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, M.Kes saat berpidato pada acara Long march 16 Agustus 2018, beberapa hari yang lalu di Bundaran H.I Jakarta.

Serentak semua peserta long March tersebut menjawab, "Kerdil," kata mereka.

"Badan Kerdil karena kekurangan gizi kronis dan otak pun menjadi kerdil juga" Kira-kira begitu yang disampaikan ibu itu

"Indonesia itu tanah yang subur, maka generasinya harus sehat, jangan Stunting!" Tambah beliau.

Memang sangat benar, banyak sekali sayuran yang bisa kita peroleh di Indonesia yang kaya akan protein dan menjadi sumber kalori yang bagus. Misalkan, bayam, kacang buncis, brokoli dan sayuran hijau lainnya.

Negara kita juga adalah negara dengan hasil ikan yang sangat melimpah, maka tidaklah sulit untuk  mendapatkan ikan segar yang kaya akan protein di Indonesia, yang kita perlukan saat ini adalah kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk mau mengkonsumsi makanan sehat.

Karena itulah, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencoba melakukan sosialisasi secara terus  menerus tentang pentingnya pencegahan stunting. Dan walaupun, Kemkes tidak secara langsung mewajibkan anak muda untuk ikut serta dalam sosialisasi pencegahan stunting ini, namun dari tindakan yang mereka sudah lakukan, sangat tidak tepat rasanya bila kita hanya berdiam diri. 

Kamu atau siapapun yang ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan stunting, bisa menghubungi kementerian kesehatan di  Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.


Bagikan  tulisan ini supaya lebih banyak orang yang mendapatkan informasi!
Cegah stunting untuk Indonesia sehat!

Berlangganan via Email