Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review dan Penjelasan Film Son of Saul

Ketika kamu menonton film ini, mungkin kamu akan berpikir, film apaan ini? Yah saya juga pertama sekali menontonnya berpikir begitu. Tetapi akhirnya saya memutuskan untuk menonton lagi dan sampai 3 kali. Saya menghabiskan hampir 6 jam untuk masuk ke dalam cerita, paling tidak untuk mendapatkan ide tentang apa sebenarnya yang ingin disampaikan melalui film ini.


Gambar Saul dengan mengangkat Jenazah seorang Bocah Yahudi
Penjelasan Film Son of Saul

Maklum film ini mendapatkan Oscar jadi tidak mungkin bila film ini tidak memiliki keistimewaan. 

Saya sendiri tidak berani mengatakan kalau review saya tentang film ini adalah makna yang sesungguhnya. Karena diluar sana sangat banyak macam-macam spekulasi orang tentang film ini.

Saul adalah seorang tahanan German yang bekerja di Kamp. Pekerjaanya adalah pekerjaan biadap. Kalau saya sebagai manusia jaman Now akan mengambil pisau dan menusuk dada saya sendiri daripada melakukan pekerjaan seperti itu.

Yah, Saul bekerja untuk membantu bangsa Yahudi melepas Baju, Menggiring mereka ke Ruang Gas kematiaan, Mengumpulkan mayatnya, mengantarkan mayat keruang pembakaran, membersihkan Ruang Gas dari darah, mengumpulkan pakaian mereka dan membakarnya. Itu pekerjaan Saul, dalam arti lain, walaupun tidak secara Langsung, Saul bekerja membantu German untuk memusnahkan Kaum Yahudi yang adalah bangsanya sendiri.

Pada awal film setelah saul menggiring kerumunan ke Kamar Gas, ia disuruh untuk berjaga dipintu dan mendengar teriakan histeris bangsa Yahudi yang sedang di Racun dengan Gas di Dalam Kamar. Di sana terlihat Garis Wajah Saul yang menunjukkan psikology yang sudah tidak sehat. Psikology orang yang putus asa tetapi tidak tahu harus berbuat apa.

Ada seorang anak berambut hitam yang selamat dari Gas beracun. Anak itu diangkat dan ditidurkan disebuah kursi panjang. kemudian, seorang German datang dan menutup hidung anak itu sampai ia mati. Dokter German meminta anak itu untuk diantar ke ruang dokter karena mau di Teliti (Otopsi).  Sebelum pergi, German itu berkata kalau Ia pernah bertemu dengan Anak itu dan meminta supaya dia diotopsi. Mulai dari situlah, keinginan Gila Saul berawal, Ia ingin menguburkan anak itu.

Seorang Dokter yang juga adalah Tahanan berkata kalau mayat itu harus dibakar. tetapi saul berkata kalau itu adalah anaknya dan ia ingin menguburnya. Akhirnya dokter menyembunyikan anak itu di ruang Otopsi. 

Pada sebuah kesempatan, Saul mengambil anak itu dan menyembunyikan jenazahnya di tempat istrahat mereka. Teman-temannya berkata kalau perbuatan Saul tersebut bisa membuat mereka semua terbunuh, tetapi Saul tidak peduli.

Saul Mulai terlihat tidak terlalu peduli dengan rekan-rekannya, sesama Sonkomander atau orang-orang yang melakukan pekerjaan sama seperti dia. Ia tetap fokus pada Tugasnya untuk menguburkan anak itu. Bahkan demi tugasnya untuk menguburkan anak itu, hal-hal penting yang harus ia lakukan seperti kegiatan persiapan perlawanan perang jadi terabaikan. Pokoknya yang ada dikepalanya adalah Ia harus menguburkan anak itu. 

Saul dalam beberapa moment terlihat tidak perduli dengan nyawanya demi tugas yang harus ia lakukan yaitu untuk mengubur anak itu. Beberapa orang bahkan mati karena terlibat dalam ambisinya, tetapi ia terlihat tidak peduli. 

bila dilihat sekejap saul tidak memiliki keistimewaan, ia bahkan terlihat sangat mengecewakan dan membuat orang yang menonton menjadi emosi, ia tidak terlihat seperti punya keistimewaan, tidak ada heroiknya dan bahkan mengesalkan karena terlalu sibuk dengan ambisi gilanya.

Tetapi sesungguhnya makna yang ingin Saul sampaikan adalah untuk menjawab kegilaan psikology yang ia derita. 

Jadi begini, bayangkan bila kamu menjadi Saul. Dimana hanya ada dua pilihan mati atau membunuh bangsa sendiri. Saul berarti adalah orang yang memilih untuk hidup dan membunuh bangsanya sendiri. Kalau di Indonesia itu sama saja dengan penghianat. 

Nah, setelah melakukan pekerjaan-pekerjaan itu ada masa dimana saul merasa sangat tertekan, itu dimulai ketika ia mendengar jeritan Yahudi di dalam Kamar Gas dan ketika Ia melihat Anak kecil yang bertahan hidup itu dibunuh. 

Kemudian, Tanpa Ia sadari ia menjadi gila atau pemikirannya menyadi tidak nalar. Muncul sebuah pemikiran pembenaran dalam dirinya. Ia berusaha membenarkan apa yang Ia lakukan. Ia seolah berkata kalau Tanpa dirinyapun orang-orang itu akan tetap dibunuh, dan ide gila kalau ia tidak takut kehilanganya nyawanya untuk menguburkan mereka teradaptasi pada keinginannya untuk menguburkan seorang bocah yang ia sebut sebagai anaknya. 

Ia memang mencoba melakukan hal tersebut, tetapi ia tidak akan pernah berhasil menguburkan anak itu. Bahkan seseorang yang ia selamatkan untuk membacakan semacam sakramen kematian ternyata telah membohongginya, orang tersebut bukanlah seorang imam Yahudi. 

Akhir film ini menunjukkan kalau Saul tidak merelakan nyawanya untuk melakukan penguburan itu. Ia tetap masih takut dan memilih untuk hidup walaupun dalam film ini, ditunjukkan kalau ia tetap berusaha untuk mengapai mayat anak yang hanyut itu, tetapi pada akhirnya ia menyerah dan ikut menyelamatkan diri. 

Pada sebuah pondok, ia berpikir kalau ia telah gagal dan ia memang benar-benar telah melakukan pekerjaan jahat. Kemudian seorang bocah lelaki berambut pirang (berambut pirang identik dengan german atau bukan Yahudi) muncul menegaskan kalau ia gagal dan ia memang penghianat dan ia tersenyum. senyum itu bukan senyum bahagia, senyum itu menunjukkan kalau ia tahu, ia juga akan mati dengan munculnya seorang anak kecil german.

Kemudian, kamera mengikuti anak kecil german tersebut yang lari terbirit-birit untuk bersembunyi di hutan. menunjukkan kalau setelah semua kegilaan yang Saul lakukan pada akhirnya orang-orang hanya akan mengikuti perbuatan German.

Kesimpulannya, tokoh di sini seolah-olah  menunjukkan cerita lain dari Holocaust yang diambil dari Bangsa Yahudi dan bertindak sebagai Protagonist. (menurut saya) Mungkin karena itulah film ini bisa ditonton di German. Film ini berlawanan dengan film lain yang lebih menunjukkan perjuangan Yahudi dan kepahlawanan mereka.

Ini hanyalah penafsiran saya.